Sejarah munculnya internet

Internet pertama kali muncul pada tahun 1969 sebagai alat para peneliti untuk berbagi informasi. Komputer berukuran besar dan tidak dapat bergerak, seseorang harus mengirim pita magnetik komputer dengan sistem pos kesepakatan umum. dengan memanfaatkan informasi yang tersimpan, Perkembangan internet membawa perubahan dalam kehidupan sehari hari.
Uni Soviet yang meluncurkan satelit memacu pada Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mengupayakan berbagai cara agar informasi tetap dapat disebarluaskan. Dan kemudian mengarah pada pembentukan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network), ARPANET sukses tetapi terbatas pada organisasi dan penelitian yang memiliki kontrak dengan Departemen Pertahanan.
Hari lahir internet

Pada tanggal 1 Januari 1983 resmi menjadi hari lahir Internet. Sebelumnya, jaringan komputer tidak mempunyai cara untuk berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi yang disebut Transfer Control Protocol/Internetwork Protocol (TCP/IP) baru ditetapkan. Pada tanggal 1 Januari 1983 ARPANET dan Defense Data Network resmi berubah menjadi standar TCP/IP, sehingga lahirlah Internet.
Hari lahir www
Pada tahun 1990 lahirnya www Setelah TCP/IP berhasil dikembangkan untuk melakukan pertukaran data dengan jaringan yang berbeda, pada 12 Maret 1989, Tim Berners Lee saat itu bekerja di lab fisika CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) berhasil menciptakan www
Tim Berners Lee menyarankan untuk dibuat sebuah sistem koneksi hypertext sekaligus pencarian menggunakan kata kunci. Pada tahun 1990, Robert Cailliau dari Belgia datang untuk membantu Tim Berners Lee mengembangkan project yang mengarah pada bahasa pemrograman HTML untuk memungkinkan keberadaan website.
disebarkan pada bulan April tahun 1993. dan, semakin populer pada bulan November di tahun yang sama. Mosaic adalah situs pencari atau dikenal sebagai search engine pertama di dunia. Jumlah situs yang dapat diakses hanya beberapa juta di awal tahun 1990, tetapi seiring berjalannya waktu menjadi 400 juta tepat pada tahun 2000.
Internet masuk ke indonesia

Awal mula internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994 setelah muncul interNIC. Saat itu, internet dikenal dengan nama Paguyuban Network. Beberapa tokoh pengembang internet di indonesia pada tahun 1992-1994 seperti RMS Ibrahim, Muhammad Ihsan, Adisoemarta, putu, suryono, Onno Purbo Soebiakto, Firman Siregar, Adi Idrayanto, dan Robby.
Pada saat ini, internet sudah berkembang pesat. Banyak negara yang berlomba untuk memperluas jangkauan internet menggunakan satelit. Sementara itu, industri teknologi berpacu mengembangkan jaringan 2G, 3G, 4G, dan 5G.
Perbedaan Internet, Intranet, dan Ekstranet
- Internet
Internet menghubungkan banyak jaringan komputer di seluruh dunia. Internet tidak menghubungkan perusahaan, tetapi seluruh dunia.
- Intranet
intranet dipakai untuk mempercepat proses data dalam perusahaan dan pertukaran informasi yang dioperasikan memakai LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Intranet berfungsi untuk menghubungkan perangkat jaringan di internal perusahaan.
- Ekstranet
proses komunikasi dan pengiriman informasi untuk menjadi lebih mudah. Ekstranet berfungsi sebagai penyedia informasi dan basis data penting untuk keperluan bisnis serta mempermudah pertukaran data dalam skala besar dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
Era Media Sosial (Awal 2000 – 2010)

Pada awal tahun 2000, media sosial seperti Facebook dan Twitter mulai populer. Pengguna internet berbagi informasi secara online tanpa rasa takut. ini menciptakan peluang bagi hacker dan kejahatan siber lainnya. Serangan siber saat itu seperti ransomware, malware, dan phishing semakin berkembang.
Ancaman Perkembangan Internet Bagi Data Pribadi
- Pencurian identitas
Penjahat siber dapat mencuri nomor KTP, tanggal lahir, alamat, dan informasi sensitif lainnya. Data dapat digunakan untuk membuka akun bank, melakukan penipuan, dan mengajukan pinjaman atas nama korban.
- Phishing
Phishing adalah metode di mana pelaku menyamar sebagai karyawan untuk menipu korban agar mengungkapkan informasi pribadi atau keuangan mereka. Pelaku mengirimkan pesan teks, email, atau situs web palsu yang berisi tautan yang rekayasa untuk mencuri data pribadi korban.
- Peretasan dan Malware
Peretas membobol perangkat lunak berbahaya yang dapat diunduh tanpa disadari pengguna. Setelah masuk, peretas dapat merusak sistem, mencuri data dan mengunci data korban untuk meminta tebusan.

